Terumbu karang, Mangroove, Lamun dan Global Warming

Laut menyerap CO2 dari atmosfer dalam jumlah yang sangat besar sekitar 245,6 juta ton per tahun atau seperempat CO2 yang dihasilkan pembakaran bahan bakar fosil, kemudian disimpan di laut. Bahkan, laut Indonesia dengan terumbu karang mencapai 75.000 kilometer serta 6,7 juta hektare kawasan konservasi laut berkontribusi menyerap 43,6% karbon dioksida (CO2) dunia. Di beberapa bagian laut, CO2 yang tersimpan hingga berabad-abad berperan sangat besar mengurangi pemanasan global.

Kemampuan laut menyerap CO2 akan berkurang jika ekosistem laut semakin mengalami kerusakan. Indonesia yang memiliki wilayah lautan 70% dari total wilayahnya tentunya memiliki kandungan biomassa yang jauh lebih banyak. Kekayaan ekosistem laut Indonesia berprospek sebagai alternatif menekan pemanasan global dan perubahan iklim di masa mendatang, meskipun sampai sekarang belum mendapatkan perhatian khusus.

Hutan mangrove (bakau) bisa dijadiin salah satu alternatif buat ngatasin dampak pemanasan global terutama pada kawasan pantai yang rendah. “Tindakan praktis yang saat ini dapat dilakukan untuk mengatasi dampak pemanasan global terutama pada para nelayan adalah dengan mengembalikan hutan mangrove (bakau) pada kawasan pantai rendah,” kata pengamat lingkungan dari CIFOR (Center for International Forestry Research) Daniel Murdiyarso seperti dikutip Antara di Jakarta, Senin (10/9).

Terumbu karang dapat mengurangi dampak pemanasan global. Terumbu Karang dengan kondisi baik mempunyai fungsi yang cukup luas, yaitu  (i) memecah ombak dan mengurangi erosi; (ii) tempat cadangan deposisi kapur yang mengandung carbon. Terumbu Karang juga berfungsi mengurangi karbon yang lepas ke atmosfir sehingga dapat mengurangi dampak kerusakan ozon.Tetapi pada terumbu karang dengan kondisi jelek terjadi pengurangan kapur yang mengakibatkan turunnya permukaan terumbu karang. Sehingga gelombang laut tidak dapat lagi dipecah oleh terumbu karang yang letaknya menjadi jauh dibawah permukaan laut. Lambat laut, gempuran gelombang laut menggerus daratan rendah menjadi laut.

Lamun ternyata dapat menyerap karbon lebih besar dari terumbu karang dan mangroove.

3 pemikiran pada “Terumbu karang, Mangroove, Lamun dan Global Warming

  1. Ping balik: Jika Hutan Darat Digunduli Tolong Dong Jangan Perlakukan Hal yang Sama Dengan Merusak Hutan Laut | aleefits

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s